Kapan mulai puasa? Ya 1 Ramadhan. Yang menjadi permasalahan adalah Kalender yang berlaku di Indonesia adalah kalender yang mengacu pada peredaran matahari, sedangkan kalender Islam adalah mengacu pada peredaran bulan, sehingga terlihat maju sekitar 11 hari setiap tahunnya. Padahal sebetulnya tidak, yang ada hanyalah perbedaan jumlah hari dalam setahun.
Umat Islam sepertinya akan memulai kembali memulai Ramadhan tahun ini dengan perbedaan. Dua ormas Islam terbesar yang menggunakan 2 metode berbeda dalam menentukan awal bulan. 2 metode yang selalu diperdebatkan tiap tahunnya, padahal sebetulnya dua-duanya memiliki dalil yang menurut mereka kuat, dan itu sah-sah saja. Toh kan berbeda asal memiliki tujuan yang sama itu tidak apa-apa. J
Umat Islam sepertinya akan memulai kembali memulai Ramadhan tahun ini dengan perbedaan. Dua ormas Islam terbesar yang menggunakan 2 metode berbeda dalam menentukan awal bulan. 2 metode yang selalu diperdebatkan tiap tahunnya, padahal sebetulnya dua-duanya memiliki dalil yang menurut mereka kuat, dan itu sah-sah saja. Toh kan berbeda asal memiliki tujuan yang sama itu tidak apa-apa. J
Saya sendiri berpegangan pada
satu dalil yang mengatakan "berpuasalah kalian
jika melihat hilal, berbukalah (Idul Fitri) saat melihat hilal" (HR
Bukhari). Maka saya lebih prefer pada Rukyatul Hilal atau melihat hilal
dengan dalil ini, tapi saya juga tidak menyalahkan pihak yang menggunakan
Hisab. Mereka juga memiliki dalil, perbedaan ini yang menjadikan kita kaya.
Rukyatul Hilal kembali terbagi
atas 2 bagian, yakni Rukyat Global dan Rukyat Lokal. Indonesia sendiri yang
kebanyakan menganut Mazhab Syafi’i mempercayai pada Rukyat Lokal. Sedangkan 3
Mazhab sisanya menganut Rukyat Global. Dalam Rukyat Lokal, para Ulama Mazhab
Syafi’i meyakini kalau setiap daerah di dunia jika sudah berbeda 120 Km maka
boleh Rukyat sendiri. Hal ini terkait kemampuan kuda pada saat itu yang menjadi
kendaraan untuk menyampaikan informasi yang hanya sebatas itu.
Dengan keadaan teknologi yang
sangat canggih seperti sekarang, maka informasi akan bisa sangat cepat sampai
dari belahan dunia satu ke belahan dunia lain, sehingga sesungguhnya
perbedaan-perbedaan tersebut bisa ditekan dan umat di Dunia bisa melaksanakan
Ibadah puasa secara bersama termasuk juga merayakan hari raya dengan bersamaan.
Tetapi, kembali lagi ke kepercayaan masing-masing dan tafsir terhadap dalil,
berbeda tidak apa-apa, karena Ijtihad itu jika benar mendapat 2 pahala, jika
salah pun mendapat 1 pahala. Hehehe J
Pendapat Jumhur’ Ulama yang
bersandarkan pada Surah Al-Baqarah ayat 185 yang mengatakan bahwa Apabila salah
satu diantara Umat Muslim melihat hilal, maka wajib kita berpuasa. Ini tentunya
memperlihatkan bahwa apabila ada salah satu saudara kita di negeri lain melihat
Hilal, maka wajib kita berpuasa karena sudah memasuki bulan baru. Dari Jumhur’
Ulama ini saya berpendapat kalau Rukyat Global lah yang sebaiknya digunakan,
yaitu ketika salah satu dari Umat melihat hilal, siapapun ia dan dimanapun ia asal
masih berada di Bumi, wajib kita berpuasa.
Maka dengan menggunakan metode
Rukyat Global, sesungguhnya kemungkinan besar 1 Ramadhan bertepatan dengan
Sabtu, 28 Juni 2014. Sedangkan apabila menggunakan Rukyat Lokal, maka
kemungkinan besar 1 Ramadhan dimulai pada Ahad, 29 Juni 2014. Namun, dengan
adanya hal ini maka apabila anda percaya pada Rukyat Lokal, jangan sampai malah
berjaga-jaga dengan ikut puasa pada hari Sabtu tetapi mempercayai 1 Ramadhan
pada hari Ahad. Karena Rasulullah SAW bersabda:
“Jangan kalian mendahului
Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari kecuali seseorang yang biasa berpuasa
dengan suatu puasa tertentu maka (tetaplah) ia berpuasa” (HR. Bukhari &
Muslim)
Maka dengan adanya hal ini, lebih
percaya pada pendapat manapun itu terserah. Akan tetapi saya sendiri lebih meyakini bahwa
ketika ada umat muslim yang melihat Hilal di suatu belahan dunia, maka saya
wajib berpuasa dan hari tersebut sudah memasuki 1 Ramadhan.
Tapi tetaplah menyikapi perbedaan
dengan bijak, karena menggunakan metode Hisab, Rukyat Lokal, maupun Rukyat
Global semuanya memiliki dalil. Tinggal kita menyikapi mana dalil yang kita
yakini merupakan dalil terkuat, karena sejatinya perbedaan diciptakan untuk saling mempersatukan. Marhaban yaa Ramadhan, semoga Ramadhan tahun
ini dapat mengambil semua berkah yang Allah turunkan di bulan yang mulia.
Jazakumullah Khairan Katsiran. J