Selamat
Datang di Tanah Surga
Tempat kami
bernaung dari kerasnya hidup
Anginnya
yang syahdu, rindangnya dedaunan, landainya pantai-pantai
Selalu bisa
bangkitkan semangat yang redup
Tanah ini, tanah kami, tempat orang yang berbeda latar saling berdampingan
Ada hitam,
ada putih, ada keriting, ada pula yang tak berambut
Juga tentu
berbeda-beda Agama yang kami anut
Tapi itu
bukan alasan untuk kami saling sikut,
berperang
hanya untuk berebut pepesan kosong
Kami memang dekil, juga tak punya gawai seperti yang sering kalian mainkan
Tak pula
kami berdasi hanya untuk berebut kuasa seperti mereka di Ibukota
Yang setiap
saat berganti kawan dan lawan
Kami adalah
orang-orang setia, nestapa kami jadikan bahagia
Tidak
seperti lagu, “Indonesia tanah air kita / Bahagia menjadi nestapa / Indonesia
kini tiba-tiba / Selalu di hina-hina bangsa / Di sana banyak orang lupa /
Dibuai hawa nafsu semata / Tempat bertarung merebut kuasa / Sampai entah kapan
akhirnya /
Tanah kami adalah tempat terindah bagi flora dan fauna tinggal
Tengoklah,
kami punya Komodo yang sejak lama kami jaga
Kalian
ingat, gunung mana yang letusannya paling dahsyat?
Ah, rasanya
kalian akan menyebut Krakatau yang lebih dekat
Nyatanya,
dua gunung kamilah yang terdahsyat, Tambora dan Samalas
Yang
meluluhlantakkan dunia, tapi tetap kami jaga, hingga kini
Yang
menghancurkan rumah-rumah kami, namun kami tak punya dendam pada mereka
Jangan lupa, bila kalian sudi, datanglah ke sini
Jika kalian
tak percaya pada yang aku katakan, jumpai sendiri
Pulau
Komodo, Danau Kelimutu, Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, Gili Trawangan
Ah, Itu baru
yang terkenal saja,
masih banyak
surga tersembunyi yang akan ku katakan setelah kalian di sini
Tanah Surga ini kami namai Nusa Tenggara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar