Breaking News

Senin, 16 Mei 2016

TANAH SURGA | Puisi Persembahan Untuk Nusa Tenggara



Selamat Datang di Tanah Surga
Tempat kami bernaung dari kerasnya hidup
Anginnya yang syahdu, rindangnya dedaunan, landainya pantai-pantai
Selalu bisa bangkitkan semangat yang redup

Tanah ini, tanah kami, tempat orang yang berbeda latar saling berdampingan
Ada hitam, ada putih, ada keriting, ada pula yang tak berambut
Juga tentu berbeda-beda Agama yang kami anut
Tapi itu bukan alasan untuk kami saling sikut,
berperang hanya untuk berebut pepesan kosong

Kami memang dekil, juga tak punya gawai seperti yang sering kalian mainkan
Tak pula kami berdasi hanya untuk berebut kuasa seperti mereka di Ibukota
Yang setiap saat berganti kawan dan lawan
Kami adalah orang-orang setia, nestapa kami jadikan bahagia
Tidak seperti lagu, “Indonesia tanah air kita / Bahagia menjadi nestapa / Indonesia kini tiba-tiba / Selalu di hina-hina bangsa / Di sana banyak orang lupa / Dibuai hawa nafsu semata / Tempat bertarung merebut kuasa / Sampai entah kapan akhirnya /

Tanah kami adalah tempat terindah bagi flora dan fauna tinggal
Tengoklah, kami punya Komodo yang sejak lama kami jaga
Kalian ingat, gunung mana yang letusannya paling dahsyat?
Ah, rasanya kalian akan menyebut Krakatau yang lebih dekat
Nyatanya, dua gunung kamilah yang terdahsyat, Tambora dan Samalas
Yang meluluhlantakkan dunia, tapi tetap kami jaga, hingga kini
Yang menghancurkan rumah-rumah kami, namun kami tak punya dendam pada mereka

Jangan lupa, bila kalian sudi, datanglah ke sini
Jika kalian tak percaya pada yang aku katakan, jumpai sendiri
Pulau Komodo, Danau Kelimutu, Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, Gili Trawangan
Ah, Itu baru yang terkenal saja,
masih banyak surga tersembunyi yang akan ku katakan setelah kalian di sini

Tanah Surga ini kami namai Nusa Tenggara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Dea Alfi Fauzan