Hari ini, tepat 53 tahun Pramuka
Indonesia berkibar sebagai salah satu organisasi pemuda terbaik yang pernah
ada. Organisasi yang tak pernah saya tinggalkan, sejak saya SD hingga saya
melaksanakan pendidikan di SMA. Sayangnya sekarang saya harus “menghentikan”
keaktifan saya sebagai anggota aktif Pramuka karena berada di sekolah kedinasan
yang tak memiliki Pramuka di dalamnya.
Pramuka lebih dari sesuatu yang
saya suka. Sejak saya belum masuk SD, saya sudah dikenalkan dengan Pramuka
karena kebetulan orang tua saya juga adalah seorang Pramuka dan sedang aktif
menjadi Pembina di sekolah saat itu. Setiap ada perkemahan, saya selalu diajak
untuk ikut bergabung, dari 4 malam biasanya saya menginap 1 atau 2 malam tergantung
keinginan dan keberadaan orang tua saya disana. Awalnya saya malas, tetapi lama
kelamaan saya tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang dimiliki Pramuka, dan
selalu saya dengung-dengungkan pada adik-adik saya di Sekolah, bahwa “Pramuka bukanlah sekedar Ekstrakurikuler.
Lebih dari itu, dia mencakup semua tentang apa yang anda butuhkan dalam hidup”.
Bagi yang tidak pernah merasakannya, atau malah merasakan hal lain dan
bosan dengan Pramuka, mungkin memiliki pendapat lain. Tapi yang pasti, Pramuka
itu akan menyenangkan bila ia dihayati secara mendalam, terlepas ia menyukainya
atau tidak. J
Dari awal perkenalan saya dengan
Pramuka, yang menurut saya menyenangkan dan saya butuh akan pendidikan
kepramukaan, menghasilkan diri yang tidak ingin lepas dari Pramuka. Sejak SD
saya sudah ikut kegiatan-kegiatan Pramuka, mulai dari Siaga hingga Penegak
sudah saya lalui. Yang saya sayangkan hanya satu, saya masih belum bisa
melanjutkan ke jenjang Pandega dan Dewasa.
Dibanding orang-orang yang tidak
pernah atau hanya sebentar mencicipi manisnya berpramuka, saya telah melewati
banyak hal bersama Pramuka. Mendapat teman-teman baru, hidup di alam lepas
bersama mereka dan dengan mandiri, hingga membangkang karena merasa
diperlakukan tidak adil pun telah saya lakukan. Tentu jika dibandingkan yang
sudah lebih berpengalaman dari saya, pengalaman saya ini hanyalah pengalaman
kecil yang tak sebanding dengan pengalaman mereka. Tapi bagi saya,
pengalaman-pengalaman itu akan terus menjadi cerita hidup dan sejarah,
selamanya. Juga merupakan modal awal bagi saya untuk menapaki kerasnya
kehidupan dunia.
Saya memang bukanlah Pramuka yang
baik, terlebih pemimpin yang baik. Emosi saya sering meluap-luap, baik itu
marah, sedih, tertawa, ataupun yang lainnya ketika berseragam Pramuka dan
mendapat amanah sebagai pemimpin dari khalayak. Tapi sekali lagi, dari situ
saya belajar bagaimana Pramuka mengajarkan saya untuk selalu mampu mengontrol
emosi, memimpin dengan baik, mampu berlaku adil, dan pelajaran-pelajaran hidup
lainnya yang tak dapat saya sebutkan karena begitu banyak sekali Pramuka
mengajarkan itu.
Momen Hari Pramuka, 14 Agustus, 3
hari menjelang Hari Kemerdekaan RI, selalu menarik ketika saya masih menjadi
anggota aktif Pramuka. Momen bersejarah ini selalu dirayakan tanpa hura-hura
tapi bermakna. Mulai dari ketika Hari Pramuka masih berlangsung ketika bukan
Bulan Ramadhan, hingga saat Ramadhan hadir, tak ada yang dapat menghalangi
Pramuka untuk merayakan Hari-nya. Karena bagaimanapun Hari Pramuka adalah hari
bersejarah, meski Pramuka selalu mengajarkan kesederhanaan, bukankah bahagia
itu sederhana? Tak lebih dari bersenda gurau bersama rekan setelah latihan,
masak rimba lalu memakannya hanya beralaskan daun jati, atau panas-panasan
bersama tanpa ada yang merasa tersiksa? Iya, sesederhana itu untuk seorang
Pramuka.
Hari ini, Pramuka kembali
berpesta. Ucap ikrar Tri Satya dan Dasa Dharma semoga terus menggema dalam
sanubari para penjaganya. Seragam coklat-coklat yang melekat di tubuh Pramuka,
adalah lambang Pramuka yang harus terus membumi. Berkontribusi tanpa pamrih,
dengan hanya berlandaskan pengabdian. Semoga Pramuka akan terus dijaga oleh
yang mau menjaganya, tanpa ada paksaan agar keberadaan Pramuka tak tercoreng
oleh siapapun yang tak mau menjaganya. Jika dulu saya hanya berani berujar Pramuka Bukan Sekedar Ekstrakurikuler, hari ini saya berani berkata bahwa "Pramuka Bukanlah Ekstrakurikuler. Ia ada untuk memberikan apapun yang engkau butuhkan untuk mengarungi dunia". Jayalah Pramuka Indonesia!