Breaking News

Kamis, 14 Agustus 2014

Dirgahayu Pramuka!

Hari ini, tepat 53 tahun Pramuka Indonesia berkibar sebagai salah satu organisasi pemuda terbaik yang pernah ada. Organisasi yang tak pernah saya tinggalkan, sejak saya SD hingga saya melaksanakan pendidikan di SMA. Sayangnya sekarang saya harus “menghentikan” keaktifan saya sebagai anggota aktif Pramuka karena berada di sekolah kedinasan yang tak memiliki Pramuka di dalamnya.

Pramuka lebih dari sesuatu yang saya suka. Sejak saya belum masuk SD, saya sudah dikenalkan dengan Pramuka karena kebetulan orang tua saya juga adalah seorang Pramuka dan sedang aktif menjadi Pembina di sekolah saat itu. Setiap ada perkemahan, saya selalu diajak untuk ikut bergabung, dari 4 malam biasanya saya menginap 1 atau 2 malam tergantung keinginan dan keberadaan orang tua saya disana. Awalnya saya malas, tetapi lama kelamaan saya tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang dimiliki Pramuka, dan selalu saya dengung-dengungkan pada adik-adik saya di Sekolah, bahwa “Pramuka bukanlah sekedar Ekstrakurikuler. Lebih dari itu, dia mencakup semua tentang apa yang anda butuhkan dalam hidup”. Bagi yang tidak pernah merasakannya, atau malah merasakan hal lain dan bosan dengan Pramuka, mungkin memiliki pendapat lain. Tapi yang pasti, Pramuka itu akan menyenangkan bila ia dihayati secara mendalam, terlepas ia menyukainya atau tidak. J

Dari awal perkenalan saya dengan Pramuka, yang menurut saya menyenangkan dan saya butuh akan pendidikan kepramukaan, menghasilkan diri yang tidak ingin lepas dari Pramuka. Sejak SD saya sudah ikut kegiatan-kegiatan Pramuka, mulai dari Siaga hingga Penegak sudah saya lalui. Yang saya sayangkan hanya satu, saya masih belum bisa melanjutkan ke jenjang Pandega dan Dewasa.

Dibanding orang-orang yang tidak pernah atau hanya sebentar mencicipi manisnya berpramuka, saya telah melewati banyak hal bersama Pramuka. Mendapat teman-teman baru, hidup di alam lepas bersama mereka dan dengan mandiri, hingga membangkang karena merasa diperlakukan tidak adil pun telah saya lakukan. Tentu jika dibandingkan yang sudah lebih berpengalaman dari saya, pengalaman saya ini hanyalah pengalaman kecil yang tak sebanding dengan pengalaman mereka. Tapi bagi saya, pengalaman-pengalaman itu akan terus menjadi cerita hidup dan sejarah, selamanya. Juga merupakan modal awal bagi saya untuk menapaki kerasnya kehidupan dunia.

Saya memang bukanlah Pramuka yang baik, terlebih pemimpin yang baik. Emosi saya sering meluap-luap, baik itu marah, sedih, tertawa, ataupun yang lainnya ketika berseragam Pramuka dan mendapat amanah sebagai pemimpin dari khalayak. Tapi sekali lagi, dari situ saya belajar bagaimana Pramuka mengajarkan saya untuk selalu mampu mengontrol emosi, memimpin dengan baik, mampu berlaku adil, dan pelajaran-pelajaran hidup lainnya yang tak dapat saya sebutkan karena begitu banyak sekali Pramuka mengajarkan itu.
Momen Hari Pramuka, 14 Agustus, 3 hari menjelang Hari Kemerdekaan RI, selalu menarik ketika saya masih menjadi anggota aktif Pramuka. Momen bersejarah ini selalu dirayakan tanpa hura-hura tapi bermakna. Mulai dari ketika Hari Pramuka masih berlangsung ketika bukan Bulan Ramadhan, hingga saat Ramadhan hadir, tak ada yang dapat menghalangi Pramuka untuk merayakan Hari-nya. Karena bagaimanapun Hari Pramuka adalah hari bersejarah, meski Pramuka selalu mengajarkan kesederhanaan, bukankah bahagia itu sederhana? Tak lebih dari bersenda gurau bersama rekan setelah latihan, masak rimba lalu memakannya hanya beralaskan daun jati, atau panas-panasan bersama tanpa ada yang merasa tersiksa? Iya, sesederhana itu untuk seorang Pramuka.


Hari ini, Pramuka kembali berpesta. Ucap ikrar Tri Satya dan Dasa Dharma semoga terus menggema dalam sanubari para penjaganya. Seragam coklat-coklat yang melekat di tubuh Pramuka, adalah lambang Pramuka yang harus terus membumi. Berkontribusi tanpa pamrih, dengan hanya berlandaskan pengabdian. Semoga Pramuka akan terus dijaga oleh yang mau menjaganya, tanpa ada paksaan agar keberadaan Pramuka tak tercoreng oleh siapapun yang tak mau menjaganya. Jika dulu saya hanya berani berujar Pramuka Bukan Sekedar Ekstrakurikuler, hari ini saya berani berkata bahwa "Pramuka Bukanlah Ekstrakurikuler. Ia ada untuk memberikan apapun yang engkau butuhkan untuk mengarungi dunia". Jayalah Pramuka Indonesia! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Dea Alfi Fauzan