Breaking News

Jumat, 29 Mei 2015

Hei, Buka Gerbangnya!

Beberapa hari lagi kalian akan bersua dengan tes masuk perguruan tinggi negeri yang dinamai SBMPTN. Saya mengalaminya dua tahun lalu, seperti yang telah diceritakan sebelumnya. Tes ini yang membuat saya berubah. Entah mengapa saya merasa bertahun-tahun sekolah di SMA, awal saya tahu tentang cara-cara masuk universitas, otak terkontaminasi oleh pikiran-pikiran yang menyatakan bahwa jalur masuk tanpa tes adalah primadona. Tapi nyatanya itu salah besar.
Saya tidak mengatakan kalau yang berhasil lulus SNMPTN hanya beruntung belaka. Tidak, sama sekali tidak. Jalur ini juga memiliki metode penilaian tersendiri, yang sayangnya tidak pernah dibuka secara transparan, setidaknya hingga saat ini. Dan yang lebih disayangkan, kebijakan penerimaan mahasiswa baru di hampir seluruh universitas negeri menggunakan jalur ini sebagai pintu terbesar. Akan tetapi, yakinlah bahwa jika kalian tidak lulus di jalur ini, masih banyak jalur lain yang menanti untuk dimasuki.
Saban hari Dianty meminta saya untuk menuliskan tips-tips bisa lolos SBMPTN. Tetapi waktu itu masih dalam pekan UTS, sehingga saya menunda waktu penulisannya, dan barulah sempat hari ini. Sebetulnya tidak ada tips khusus saya dulu bisa lolos ke jurusan Hubungan Internasional UIN Jakarta. Karena kalian telah memilih jurusan mana yang diminati, saya pun tidak akan membahasnya. Hanya, jangan khawatir. Dalam tes ini tidak ada Universitas yang tidak mau di nomor duakan. Semuanya terserah kalian, yang jelas nanti dilihat nilai tertinggi. Jika di prioritas satu kalian berhasil lolos, maka prioritas dua dan tiga tidak akan dilihat lagi. Jika yang pertama tidak lolos, dilihat prioritas kedua. Begitu seterusnya. Tidak ada universitas favorit yang tidak mau di nomor duakan disini. 

Belajar Lebih Keras

Tidak ada yang bisa memungkiri hal ini. Kalian akan berhadapan dengan ratusan ribu orang yang menginginkan kursi di universitas. Ini sangat berbeda dengan ujian-ujian lain yang telah kalian hadapi, UN sekalipun. Ini tentang persaingan, saling sikut, pertarungan orang dengan orang. Semakin favorit jurusan yang kalian minati, maka (harusnya) makin keras kalian dalam belajar.
Raih nilai setinggi-tingginya. Namun, kalian harus punya strategi. Isi yang kalian betul-betul yakin saja, karena salah berarti minus. Meski harus kalian pelajari semua, tetapi belajarlah untuk fokus. Fokus di beberapa materi dulu sehingga kalian betul-betul bisa mengerjakannya dengan cepat. Saat ini banyak bertebaran tips-tips mengisi cepat dan tepat. Tetapi intinya, belajar lebih keras dari biasanya. Jika kalian biasa menghabiskan waktu sejam untuk belajar dalam sehari, tambah lagi hari demi hari. Ingat selalu, bahwa ini masa depan kalian. Kalian sendiri yang menentukan.

Percaya Diri

Saat tes nanti, kalian akan bertemu dengan orang-orang dengan wajah yang meyakinkan. Mereka terlihat santai dalam menyikapi tes ini, yakin akan lolos. Kalian pun harus seperti itu, datanglah dengan wajah meyakinkan. Jangan buka lagi materi sesaat sebelum tes. Selesaikan itu di rumah. Ketika telah mencapai tempat tes, jangan belajar lagi. Itu malah akan memperlihatkan ketidaksiapan kalian, dan malah akan membuat jantung berdebar lebih kencang. Sebelum berangkat, pastikan kalau kalian sudah siap dengan materi yang akan diujikan. Melangkah lah dengan percaya diri. Tetapi, yang berlebihan itu tidak baik, bukan? Percaya diri sewajarnya.
Jangan lupa untuk survei tempat tes kalian sehari sebelumnya. Peserta perang haruslah tau medan perang yang akan dihadapi. Bersiap-siaplah jika mendapat medan yang tidak biasa. Ada yang di aula, biasanya tidak mendapat meja, jadi kalian harus membawa papan jalan. Ada pula yang di tribun, sama seperti aula, tribun tidak mendapatkan meja. Dan yang paling nyaman adalah di ruang kelas. Saya telah mengalami ketiganya. :D

Soal SBMPTN Tidak Susah, Kok

Ketika melihat contoh-contoh soal tahun lalu, mungkin memang akan terlihat lebih rumit dari soal yang sering kalian hadapi saat sekolah. Namun, jenis soal yang mirip tiap tahun, akan membantu kalian dalam mengerjakannya. Kalian bisa belajar dari pembahasan. Tetapi percayalah, itu tidak lebih sulit dari UN jika kalian betul-betul memahami. Hanya saja, kalian merasa asing karena baru bertemu tipe soal seperti itu. Bedanya dengan UN, kalian telah menghadapi jenis soal seperti itu tiga tahun. Intensif belajar selama 6 bulan. Tentu berbeda dengan tipikal soal SBMPTN yang baru saban hari kalian temui.
Jangan pernah merasa bahwa soal SBMPTN itu susah. Yakinlah bahwa nanti soal yang kalian hadapi akan bisa kalian kerjakan. Teruslah latihan soal, karena nanti kalian akan terbiasa sendiri dengan tipe soal seperti itu. Kalau kalian merasa SBMPTN susah, silakan cari soal SIMAK-UI. Saya pernah mengikuti tes mandiri UI ini. Bahkan saya hanya termenung menyaksikan soalnya selama puluhan menit.

Hadapi!

Tinggal beberapa langkah lagi kalian akan tiba di depan pintu gerbang. Pilihan ada di kalian, mau berusaha keras untuk membuka gembok gerbang itu, atau menyerah lalu balik kanan, dan membiarkan orang lain mengambil tempat kalian. Kalian mungkin akan bercucuran keringat dalam percobaan membukanya, bahkan akan banyak luka yang akan kalian derita.
Jangan jemu, apalagi mudah menyerah. Tempat yang indah memang terbatas, dan hanya yang layak yang bisa menempatinya. Langkahmu sudah sejauh ini, kalau harus kembali dengan tangan hampa, buat apa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Dea Alfi Fauzan