Masih ingatkah kau?
Tentang cerita cambukan
dan dentuman
Suara teriakan, jeritan
tangis nan memilukan
Saat mati adalah cerita
pasti tiap hari
Semangat
juang tumpah ruah tak tertampung
Gemuruh
musuh terus dibendung
Tangis,
haru, tawa, berselimut mesra menjadi Satu
Menjadi
bangsa merdeka dan lepas dari kungkungan
Sekarang kau lupa?
Pada cita-citaku dulu
Yang korbankan seluruh
jiwa, raga, dan harta
Cita-cita kami bersama
bangsa
Yang ingin lahirkan
kemakmuran dari persatuan
Kini
memang tak lagi terdengar teriakan,“Merdeka! Merdeka atau Mati”
Atau
jeritan tangis ibuku melihat anaknya ditusuk belati
Tak
lagi pemuda seperti aku diseret karena tak mau ikut rodi
Lantas,
serta merta semangatmu mati?
Bersatulah wahai penerus-penerusku
Karena merdeka bukan
hanya tentang bernyanyi lagu Indonesia Raya
Perpecahan tak akan
lahirkan kemakmuran
Yang dulu kami
cita-citakan
Dea Alfi Fauzan