Ada banyak hal yang aku syukuri dalam hidup ini, dan yang paling besar, salah satunya, adalah pertemuan denganmu. Kamu, seorang luar biasa yang ku temui, lantas mantap ku teguhkan hati untuk membersamaimu. Kamu mampu mengampu banyak peran dengan baik. Peran sahabat, kawan, saudara, pacar, dan tentunya kekasih dalam cacahan waktu yang tak diduga-duga. Aku tidak akan pernah ragu menyebut kalau kamu adalah wanita terhebat yang pernah ku temui, setelah mama tentunya.
Dua tahun ini berjalan begitu cepat. Kita memang jarang bersua, terlebih ketika tiap kita sama-sama sibuk dengan kehidupan masing-masing, yang (ku harap) akan menjadi kepingan-kepingan yang nantinya bertemu di masa depan, berakhir di sebuah bahtera yang ku nahkodai. Mengarungi lautan perjalanan dengan berbagai rintangan, bersama-sama. Percayalah, kendati jarang bertemu, kasih dan sayangku tak pernah memudar walau semili.
Guna mengobati rindu, setiap malam aku selalu berupaya menghadirkanmu dalam mimpi, memikirkan sosok yang kucintai ini lamat-lamat, sesaat sebelum terlelap --ya, kamu tahu, ini tidak berlaku ketika aku tertidur tanpa sengaja--. Meski tidak selalu berhasil, setidaknya hal tersebut membuatku tetap percaya, bahwa esok akan selalu ada, esok lusa kita akan berjumpa, esok lusa kita bisa melepas rindu setelah lama tidak bertemu.
Dua tahun ke belakang, ada banyak kisah yang telah kita buat. Tenunan asa yang telah kita rancang, hari ke hari, bersama kisah-kisah itu, kini semakin dekat dengan kata mulai. Mulai menenun bersama. Mulai mencari alat tenun terhebat sepanjang masa, agar asa tersebut semakin cepat untuk digapai.
Kamu tahu? Setiap kisah yang kita buat hanya pergi dalam perspektif waktu matematis, yang dicacah dengan satuan detik-menit-jam, tapi akan selalu ada dalam perspektif waktu murni, waktu yang ada dalam buaian pikiran kita sendiri. Membersamaimu, beriringan denganmu, bila meminjam istilah Zen RS, adalah kisah-tak-terpermanai dalam hidupku.
Aku datang tidak dengan maksud mengubah hidupmu, tapi mencoba melengkapi kepingan puzzle yang masih kamu cari.
Selamat mengulang hari jadi yang kedua, Sayang! Happy 2nd Anniversary :)
Bojongmangu, 22 September 2016
Read more ...
Dua tahun ini berjalan begitu cepat. Kita memang jarang bersua, terlebih ketika tiap kita sama-sama sibuk dengan kehidupan masing-masing, yang (ku harap) akan menjadi kepingan-kepingan yang nantinya bertemu di masa depan, berakhir di sebuah bahtera yang ku nahkodai. Mengarungi lautan perjalanan dengan berbagai rintangan, bersama-sama. Percayalah, kendati jarang bertemu, kasih dan sayangku tak pernah memudar walau semili.
Guna mengobati rindu, setiap malam aku selalu berupaya menghadirkanmu dalam mimpi, memikirkan sosok yang kucintai ini lamat-lamat, sesaat sebelum terlelap --ya, kamu tahu, ini tidak berlaku ketika aku tertidur tanpa sengaja--. Meski tidak selalu berhasil, setidaknya hal tersebut membuatku tetap percaya, bahwa esok akan selalu ada, esok lusa kita akan berjumpa, esok lusa kita bisa melepas rindu setelah lama tidak bertemu.
Dua tahun ke belakang, ada banyak kisah yang telah kita buat. Tenunan asa yang telah kita rancang, hari ke hari, bersama kisah-kisah itu, kini semakin dekat dengan kata mulai. Mulai menenun bersama. Mulai mencari alat tenun terhebat sepanjang masa, agar asa tersebut semakin cepat untuk digapai.
Kamu tahu? Setiap kisah yang kita buat hanya pergi dalam perspektif waktu matematis, yang dicacah dengan satuan detik-menit-jam, tapi akan selalu ada dalam perspektif waktu murni, waktu yang ada dalam buaian pikiran kita sendiri. Membersamaimu, beriringan denganmu, bila meminjam istilah Zen RS, adalah kisah-tak-terpermanai dalam hidupku.
Aku datang tidak dengan maksud mengubah hidupmu, tapi mencoba melengkapi kepingan puzzle yang masih kamu cari.
Selamat mengulang hari jadi yang kedua, Sayang! Happy 2nd Anniversary :)
Bojongmangu, 22 September 2016
