Breaking News

Jumat, 22 September 2017

Semakin Matang

Waktu terus berlalu tanpa mau tahu. Setahun ke belakang, aku menjalani hidup yang berbeda. Sebuah fase di mana aku kini menjalani peran yang tak lagi sama. Peran seseorang yang pergi pagi pulang petang untuk mencari sesuap makan. Peran yang sesaat lagi pun akan kamu emban.

Dengan kamu yang juga tengah sibuk mempersiapkan kelulusan, aku yang jua tak pernah punya waktu lain selain tanggal merah dan hari Sabtu, di tahun ketiga ini kita pun semakin jarang berjumpa. Sekadar melepas rindu yang menggebu pun mesti ditahan berkali-kali. Tapi aku percaya, kita semakin matang menghadapi. Aku semakin dewasa, kamu pun begitu.

Jarak kita pun semakin jauh. Sama-sama di ujung Jawa Barat memang, tapi di arah mata angin yang berbeda. Tapi aku yakin, rindu dan cinta kita malah semakin erat, tak melihat jarak. Tak memudar walau semili. Semakin besar, tak berkurang walau seinchi.

Aku percaya, kesabaran kita akan berakhir ceria. Akan tiba saatnya nanti, aku tak perlu lagi menghadirkanmu lewat mimpi karena kau ada di sampingku ketika aku terlelap. Penatku sehari akan terobati sambutan hangatmu di depan gerbang rumah kita. Semangatku akan semakin menggebu karena pelukmu sebelum ku pergi mencari sesuap nasi. Ungkapan sayang tak akan lagi sekadar kamu baca, akan ku bisikkan padamu setiap pagi. Tak lama lagi.

Ibarat sedang mendaki gunung, kita sedang menuju puncak untuk bersama menikmati keindahannya. Bahu-membahu, beriringan untuk tiba bersama. Puncak itu semakin nyata, jangan jengah dan menyerah, kita akan nikmati indahnya walau kini tengah lelah. Sampai nanti kita turun, menginjak lagi bumi. Menapaki kerasnya dunia, yang takkan ada apa-apanya, kalau kita berdua.

Hati tidak pernah bisa memilih. Ia hanya bisa berlabuh. Dan hatiku kini telah berlabuh, pada hatimu.

Selamat mengulang tanggal istimewa kita yang ketiga, sayang. Aku menyayangimu, lebih dari yang kamu tahu.

Cirebon, 22 September 2017
Read more ...

Selasa, 17 Januari 2017

Bersamamu

Hari itu tak pernah kita rencanakan sebelumnya. Tiba-tiba saja kita berjumpa, lalu semakin dekat seiring waktu. Semuanya berjalan sendiri, sampai akhirnya kita tahu bahwa waktu berperan menautkan hati. Kita sepakat untuk satu tujuan; saling membahagiakan. Sepakat untuk menumbuhkan perasaan hari ke hari. Berkomitmen menjaga satu sama lain.

Aku ingin selalu memastikan kamu baik-baik saja, itulah mengapa aku sering berlebihan ketika kamu sedang tak baik-baik saja. Aku minta maaf soal itu. Tak ada niat lain selain ingin kamu baik-baik saja. Sebab, aku yang teramat cinta. Aku selalu belajar untuk tetap berpikir jernih kala kamu tak ada kabar; sebuah hal yang begitu sulit aku lakukan sebelumnya.

Aku selalu senang ketika kamu menjadikanku tempat berbagi. Membaca pesanmu panjang-panjang tak pernah melelahkan. Senang sekali ketika kita bertemu, kau bicara panjang tentang keseharianmu.

Aku tahu kita berbeda, punya dunia masing-masing, menyenangi hobi sendiri-sendiri. Kita sering tak sependapat. Kita harus semakin dalam untuk saling memahami. Sebab yang kita butuhkan itu bukan yang sehobi dengan kita, tapi memahami hobi kita. Bukan yang sama dunianya, tapi orang yang menerima dunia kita.

Aku ingin kita tak pernah lelah untuk saling memperjuangkan. Menempuh tualang panjang berdua memang tak akan mudah, sudah dan akan banyak ujian menghadang. Aku ingin kita tetap berpegangan, karena ku tahu itu menguatkan.

Mari saling menguatkan, bila salah satu dari kita mulai lemah. Jangan ragu tuk saling mengingatkan, kala aku atau kamu berbuat salah.

Aku bahagia bersamamu, ditemani olehmu, menemanimu. Kamu selalu tahu cara untuk mengubah hari yang menjemukan menjadi menyenangkan.

Yakinlah, kisah kita akan berakhir manis, perjuangan kita tak akan sia-sia; sampai waktunya tiba, kita berdampingan tapi tak lagi berdaya tuk berbuat apa-apa.

Cikarang, 17 Januari 2017
Untuk Indri Yunia Sara
Read more ...
Designed By Dea Alfi Fauzan